Senin, 08 Juni 2015

suppy chain bidang manufacture

SUPPLY CHAIN BIDANG MANUFACTURE
Perusahaan Dell Komputer
1. Supply Chain Management dan Just In Time
Supply Chain Dell  
Dell menerapkan sistem penjualan secara langsung kepada pelanggan. Maka dari Itu Dell tidak memerlukan pihak pengecer atau penghubung ke konsumen yang terkadang menekan harga terlalu tinggi. Dari sini dell dapat mengurangi inventory dan meningkatkan return on capital. Pada tahun 1997 Dell tidak hanya menjadi model dari Just In Time Manufacturing, tetapi juga perusahaan yang menetapkan sendiri waktu standar untuk perusahaan-perusahaan anggota supply chain dari alur produksi Dell. Misalnya saja sebagian besar dari komponen hanya boleh disimpan di gudang Dell selama rata-rata 15 menit saja. Dell mempunyai pabrik di Austin (Texas), Limerick (Ireland) dan Penang (Malaysia) dan ketentuan tersebut berlaku untuk ke tiga pabrik tersebut. Banyak dari komponen tersebut tidak boleh dipesan sebelum Dell menerima pesanan dari pelanggan. Model direct selling atau direct business model yang dikembangkan Dell tersebut, menghasilkan keuntungan-keuntungan sebagai berikut :
a. Mengurangi inventory
b. Berarti mengurangi inventory carrying cost
c. Mengurangi biaya penjualan
d. Menambah fleksibilitas dalam menghadapi perkembangan pasar
e. Langsung berhubungan dengan pelanggan sehingga mampu langsung memberikan layanan pada pelanggan

2. Value Chain Management dan Just In Time

Dengan melakukan penjualan secara langsung kepada konsumen, Dell dapat meminimalkan biaya dalam jalur distribusi dari setiap produknya. Pada bagian ini akan dijelaskan fungsi dan aktivitas pendukung yang terjadi di procurement, customer order, manufacturing dan distribution pada Dell Computer. Dell menjual komputer langsung ke pemakai akhir.
“Kita minta Airbone Express atau UPS untuk mengambil 10.000 komputer di Texas sehari dan pergi ke Mexico untuk mengambil monitor sejumlah yang sama dari pabriknya Sony. Kemudian, ketika kita semua tidur, mereka merakit komputer dengan monitornya dan kemudian mengirimnya ke pemesan.”

Procurement

Procurement atau pengadaan merupakan aktivitas menyediakan bahan baku untuk proses produksi. Pada Dell berarti pengadaan bahan-bahan yang akan dirakit dan menjadi produk jadi. Di pernyataan dari Dell di atas dapat diketahui kalau Dell menggunakan jasa dari third-party untuk mengantarkan bahan baku dari tempat-tempat di Amerika untuk di antar ke pabrik Dell, lalu dirakit.
Dalam sistem JIT, Dell juga mengembangkan E-Procurement dan aliran informasi yang terintegrasi antara Dell, supplier, dan pelanggan. Saat pelanggan memesan sebuah produk ke Dell, maka supplier di waktu yang sama (real time) mendapatkan informasi yang membuat mereka mengerti seberapa banyak produk yang harus dikirim ke pabrik Dell.

Customer Order
Pesanan pelanggan pada Dell Computer merupakan titik awal dari setiap aktivitas yang akan dilakukan pada aliran proses produksi dan distribusi produk Dell. Seperti yang diulang-ulang pada bagian-bagian sebelumya, Dell menganut sistem assembly-to-order atau beroperasi ketika terdapat pesanan dari pelanggan. Di bawah ini terdapat gambar dari interface website untuk melakukan pemesanan.
Interface Pemesanan Dell melalui Website
Konsumen sebagai titik awal dan titik akhir proses memiliki peran untuk melakukan pesanan dan menentukan seperti apa barang yang diingikannya. Aktivitas yang dilakukan pelanggan tentunya memesan produk, baik via website atau telepon dan melakukan pembayaran maksimal 24 jam setelah pemesanan.

Manufacturing
Proses manufacturing yang terjadi pada perusahaan Dell Computer adalah perakitan dari bahan-bahan yang diproduksi oleh pabrik-pabrik supplier. Menurut sumber yang ada, proses produksi memakan waktu 36 jam dan itu bukan karena proses perakitan yang lama, tetapi proses pengecekan kualitas dari produk.

Distribution
Distribusi atau hantaran merupakan aktivitas pemindahan barang (biasanya produk jadi) dari satu tempat ke tempat lain. Kembali ke pernyataan Dell di atas, Dell menggunakan jasa dari pengiriman barang untuk mengantarkan produk sampai ke tangan konsumen setelah dirakit oleh pabrik Dell.


***
Pada suatu proses bisnis dikenal adanya lead time dan supply chain time, keduanya merupakan waktu delay dari pesanan ke penerimaan pelanggan. Dell memiliki slogan yang menggambarkan lead time yang dapat terjadi pada proses bisnisnya, yaitu “apabila kita memiliki persediaan untuk 11 hari, sedangkan pesaing kita memiliki untuk 80 hari maka pada saat misalnya ada chips baru dari Intel, kita akan bisa memasarkannya 69 hari lebih cepat”. Pada referensi lain, untuk melakukan pembelian ke Dell, pelanggan cukup memutar saja nomor Website dan mengikuti petunjuk yang ditayangkan di layar monitor. Pelanggan akan menerima konfirmasi pesanannya dalam waktu 5 menit setelah memesannya dan dalam waktu 36 jam (3 hari) sesudah itu, pesanannya akan selesai dibuat dan keluar dari production line untuk dimuat di truk pengangkut. Sebagian besar dari waktu yang digunakan bukan untuk asembling produk tersebut, tetapi untuk pemasangan software dan pengetesannya. Dell mengharapkan bahwa pembayaran dapat dilakukan, dengan credit card melalui internet, dalam waktu 24 jam sesudah pemesanan dilakukan. Bandingkan misalnya dengan pesaingnya yang besar seperti Compaq, yang harus menunggu pembayaran sampai 35 hari dari penyalur utamanya.


Kotak dialog pemesanan pada website DELL
Dengan kata lain, primary activity atau aktifitas utama dari perusahaan Dell dapat dianalisis sebagai berikut :

Operasi
Dell Inc telah berusaha untuk menghasilkan produkk - produk baru sperti printer, jasa penyimpanan dll. Hal ini dikarenakan perusahaan berdasarkan fakta tidak memiliki pengalaman di lapangan dan menjadi sukses dengan hanya menjaga biaya rendah dan respon pelanggan cepat di dalamnya.
“Operasi Dell telah sangat efektif dalam hal pengelolaan tingkat persediaan mendekati nol dan membuat pemasoknya menemukan gudang dan pabrik-pabrik mereka dekat dengan manufaktur Dell sendiri dan unit perakitan. Hal ini menunjukkan bahwa perusahaan telah menerapkan manufaktur JIT” (Riley, 2008).
Selain itu, sebagai akibat dari struktur yang efisien, perusahaan meningkatkan margin keuntungan dengan menjual komputer secara langsung ke pengguna akhir yang juga mendorong hubungan pelanggan perusahaan (Gray, 2007). 19% dari pendapatan US $ 32 miliar 2002 berasal dari bisnis non PC, perusahaan harus mengadopsi rantai nilai baru berdasarkan berbagai produk.

Logistik Inbound
Cara Dell mengelola pasokan persediaan dan pemasok sangat populer. Namun, perusahaan masih harus melakukan investasi lebih lanjut dalam rangka mengatur sistem handal perusahaan yang berurusan bukan hanya sekedar mengenai komputer.
Apabila permintaan produk meningkat, bahkan jika perusahaan tidak memproduksi sendiri (Perjanjian dengan Lexmark untuk menghasilkan printer bermerek Dell), Dell harus memonitor semua produk baru dan melaksanakan respon yang baik yang sama dan strategi biaya rendah mereka.

Logistik Outbound
Selama Dell meningkatkan jumlah produk baru, maka mereka akan memiliki permintaan yang lebih besar. Dalam meningkatnya tingkat permintaan, perusahaan harus meningkatkan dan memperbaiki cara mendistribusikan produk jadi kepada pelanggan seperti sebelumnya.
Perusahaan telah terkenal untuk sistem order online yang membantu untuk melacak pesanan dari manufaktur adalah salah satu keuntungan dari perusahaan atas pesaingnya. Oleh karena itu, distribusi logistik harus dievaluasi dan dikaji ulang untuk bisa fit untuk tujuan tersebut.

Penjualan dan Pemasaran
Kewajiban Dell yaitu harus membedakan produk dari para pesaingnya. Karena itu, untuk menjaga hal ini perusahaan harus meningkatkan kesadaran pelanggan untuk produk baru seperti printer, jasa penyimpanan dan lain-lain.
Untuk masuk ke pasar yang sudah ada dengan produk baru, Dell telah melakukan serangkaian promosi penjualan dan iklan untuk membuat pelanggan menyadari produk baru, karena tidak mudah untuk bersaing dengan raksasa lain seperti pasar IBM di pasar yang sama.
Selain itu, Dell memiliki keunggulan kompetitif atas pesaingnya dalam penjualan online (Dell adalah perusahaan pertama untuk membuat $ 1.000.000 penjualan online pada komputer) sehingga perusahaan harus fokus pada promosi produk baru secara online.

Layanan
Dell sangat terkenal untuk menyediakan layanan pelanggan yang baik sebelum dan sesudah penjualan. Perusahaan ini memiliki hubungan baik dengan usaha kecil dan besar seperti EDS, Cox Communications, Inc dan lain-lain.
Dell telah menawarkan layanan pasca penjualan melalui website Dell.com Premier di mana pelanggan dapat log in dan memilih konfigurasi yang tepat untuk sistem IT mereka. Dukungan pra dan pasca penjualan perusahaan adalah gambaran yang sangat baik bagi perusahaan dan dapat dimasukkan sebagai bagian dari keunggulan kompetitif perusahaan.

Selain itu, untuk menjaga dan mempertahankan reputasi baik dari pelanggan untuk pra dan pasca penjualan, perusahaan harus memastikan bahwa mitra baru seperti Lexmark (untuk printer) juga harus mengadopsi pelanggan yang sama dan fokus penjualan.

Metode penilaian investasi

BAB I
PENDAHULUAN

A.    Latar Belakang
Investasi pada hakikatnya merupakan penempatan sejumlah dana pada saat ini dengan harapan untuk memperoleh keuntungan dimasa mendatang. Umumnya investasi dibedakan menjadi dua, yaitu; investasi pada asset-aset riil dan investasi pada asset-aset finansial.Investasi pada aset-aset riil dapat berbentuk pembelian asset produktif, pendirian pabrik, pembukaan pertambangan, pembukaan perkebunan dan lainnya.
Dengan berinvestasi maka dana yang terdapat dalam kas perusahaan tidak menganggur. Investasi dapat dimaksudkan sebagai akumulasi dari suatu bentuk aktiva untuk memperoleh manfaat dimasa yang akan datang.
            Dengan adanya investasi maka perusahaan mengharapkan beberapa keuntungan yakni terjaminnya manajemen kas, terciptanya hubungan yang erat dan memperkuat posisi keuangan suatu perusahaan. Investasi merupakan unsur yang sangat penting dalam perusahaan.  Aktivitas  investasi yang dilakukan oleh perusahaan akan dijadikan sebagai dasar penilaian manajemen kas perusahaan.
            Penilaian kinerja perusahaan ini sebagian atau seluruhnya dapat dinilai dari penggunaan kas untuk investasi. Bagi perusahaan investasi adalah cara untuk menempatkan kelebihan dana sedangkan untuk perusahaan lainnya investasi merupakan sarana untuk mempererat hubungan bisnis atau memperoleh suatu keuntungan perdagangan. Apapun motivasi perusahaan dalam melakukan investasi, investasi tetap merupakan sarana dalam menentukan posisi keuangan perusahaan.[1]




B.     Rumusam Masalah
Untuk lebih memfokuskan apa yang akan saya uraikan maka saya akan memberikan batasan-batasan dalam pembahasan dan agar tidak melenceng jauh dari judul yang akan kami uraikan.

1.      Jelaskan definisi metode penilaian investasi jangka panjang?
2.      Sebutkan jenis – jenis investasi jangka panjang?
3.      Bagaimana proses dan metode – metode penilaian investasi?

C.    Tujuan Penulisan
Adapun tujuan dari penulisan makalah ini di antaranya sebagai berikut:
1.      Menjelaskan definisi metode penilaian investasi jangka panjang
2.      Menyebutkan jenis – jenis investasi jangka panjang
3.      Menjelaskan bagaimana proses dan metode – metode penilaian investasi











BAB II
PEMBAHASAN
A.    Pengertian investasi
Investasi merupakan suatu tindakan melepas dana saat sekarang dengan harapan untuk dapat menghasilkan arus dana masa datang dengan jumlah yang lebih besar dari dana yang dilepaskan pada saat investasi awal (initial investment).
Ditinjau dari ruang lingkup usaha, investasi dibagi 2, yaitu:
  Investasi pada aktiva nyata (real assets atau rel investment), misalnya untuk pendirian pabrik-pabrik, pendirian hotel/restoran, perkebunan, dan lain-lain.
  Investasi pada aktiva keuangan (financial assets atau financial investment), seperti pembelian surat-surat berharga, baik berupa saham maupun obligasi.
Ditinjau dari segi kepastian memperoleh keuntungan, ada 2, yaitu:
  Investasi bebas resiko (free risk investment). Yaitu investasi yang akan memperoleh keuntungan secara pasti, seperti pembelian obligasi (investment in bond), hal ini akan memberikan jasa bunga yang pasti kepada pemiliknya tanpa memperhatikan apakah perusahaan yang mengeluarkan obligasi itu mampu memperoleh keuntungan atau tidak.
  Investasi berisiko (risk investment). Yaitu investasi yang ditunjukan bagi pembeli saham biasa (investment in real assets), hal ini investasi dibidang aktiva nyata mempunyai EBIT (earning before interest and taxes) anggaran bisa berfluktuasi, artinya bisa untung bisa rugi.



B.     Metode Penelitian Investasi
1.      Net Present Value (NPV)
NPV adalah kriteria terpenting dalam evaluasi sebuah investasi merupakan tujuan manajemen keuangan semua perusahaan untuk meningkatkan atau menciptakan nilai tambah bagi para pemegang saham. NPV adalah selisih jumlah kas yang yang dihailkan sebuah proyek investasi dan nilai investasi yang diperlukan atau selisih PV dari sebuah proyek dan investasi awal.[2]
Rumus yang digunakan :
Dimana: CFt   = Aliran Kas Pertahun pada periode t
                     = investasi awal pada tahun 0
              K       = suku bunga (discount Rate)
Misal jika suku bunga diasumsikan sama tiap tahunnya sebesar 12% dan arus kas masuk bersih pun sama yaitu sebesar Rp. 5.700.000,- serta nilai invvestasi awal sebesar Rp.18.000.000,- maka dengan perhitungan sederhana nilai NPV didapat sebesar Rp. 2.547.110,49-.
NVP =  +  +  +  +  - 18.000.000,-
    =  +  +  +  +  - 18.000.000,-
= 5.089.285,71 + 4.544.005,10 + 4.056.939,50 + 3.622.497,61 + 3.234.409,57- 18.000.000,-
= 20.547.110,49 – 18.000.000,-
= 2.547.110,49
Kesulitan penggunan NVP adalah investor atau manajer keuangan harus medapat tingkat diskonto yang representatif untuk setiap proyek investsi. Untuk investor perusahaan, tingkat diskonto ini adalah rata-rata tertimbang dari biaya dana atau rata-rata tertimbang dari struktur modal perusahaan itu. Untuk investor individu, tingkat diskonto yang relevan adalah biaya bunga pinjaman atau biaya modal sendiri.[3]
Adapun Kelebihan dari NPV, sebagai berikut:
Ø  Memperhatikan nilai waktu dari pada uang (time value of money)
Ø  Mengutamakan aliran kas yang lebih awal
Ø  Tidak mengabaikan aliran kas selama periode proyek atau investasi

Kelemahan dari NPV, sebagai berikut :
Ø  Memerlukan perhitungan Cost Of  Capital sebagai Discount Rate
Ø  Lebih sulit penerapannya dari pada Pay Back Period[4]

2.      Internal Rate of Return (IRR)
Internal  Rate of  Return (IRR) adalah metode peerhitungan investasi dengan menghitung tingkat bunga yang menyamakan nilai sekarang investasi dengan nilai sekarang dari penerimaan-penerimaan kas bersih dimasa datang.
Rumus:
Contoh:
Hitunglah IRR dari sebuah investasi yang dapat memberikan arus kas bersih Rp5.000.000 secara terus-menerus jika investasi awal yang diperlukan Rp400.000.000
Jawab:
= 1,25 % per bulan
= 15 % p.a
Perhitungannya dapat menggunakan Rumus :
Dimana            :           t           = tahun ke
                                    n          = jumlah tahun
                                             = nilai investasi
                                    CF       = arus kas bersih
                                    IRR     = tingkat bunga yang dicari harganya
Adapun Kelebihan dari IRR, sebagai berikut:
Ø  Tidak mengakibatkan aliran kas selama periode proyek
Ø  Memperhitungkan nilai waktu dari pada uang
Ø  Mengutamakan aliran kas awal dari pada aliran kas belakangan

Kelemahan dari PP, sebagai berikut :
Ø  Memerlukan perhitungan COC (Cost Of Capital) sebagai batas minimal dari nilai yang mungkin dicapai.[5]

3.      Payback Period (PP)
Payback period adalah periode modal kembali atau lamanya waktu yang diperlukan untuk mengembalikan investasi awal atau modal yang sudah dikeluarkan. Metode ini juga sering disebut dengan metode pemulihan investasi yang merupakan metode analisi kelayakan investasi untuk menilai jangka waktu (tahun) pemulihan seluruh modal yang diinvestasikan dalam suatu perusahaan.
Cara untuk mengambil keputusan dengan metode ini ialah dengan membandingkan Payback Period investasi yang diusulkan dengan umur ekonomis aktiva, apabila payback period lebih pendek dari umur ekonomisnya maka rencana investasi dapat diterima, serta sebaliknya
Rumus yang digunakan :    
Contoh :
Suatu proyek investasi bernilai Rp. 15.000.000,-. Proceed tiap tahunnya adalah sama, yaitu sebesar Rp. 4.000.000,-, maka periode pengembalian investasi tersebut adalah :
Ini berarti proyek investasi sistem informasi akan tertutup dalam waktu 3 tahun 9 bulan.
Bila proceed tiap tahun tidak sama besarnya, maka harus dihitung satu persatu. Misalnya nilai proyek adalah Rp. 15.000.000,- umur ekonomis proyek adalah 4 tahun dan proceed tiap tahunnya adalah :
Prceed tahun 1 sebesar Rp. 5.000.000,-
Proceed tahun 2 sebesar Rp. 4.000.000,-
Proceed tahun 3 sebesar Rp. 4.500.000,-
Proceed tahun 4 sebesar Rp. 6.000.000,-
Maka Payback Period dapat dihitung sebagai berikut :
Nilai Investasi             = Rp.15.000.000,-
Proceed tahun 1          = Rp. 5.000.000,-
Sisa investasi tahun 2  = Rp. 10.000.000,-
Proceed tahun 2          = Rp. 4.000.000,-
Sisa investasi tahun 3  = Rp. 6.000.000,-
Proceed tahun 3          = Rp. 4.500.000,-
Sisa investasi tahun 4  = Rp. 1.500.000,-
Sisa investasi tahun 4 tertutup oleh proceed tahun ke 4, sebagian dari sebesar Rp.6.000.000,- yaitu  Rp.1.500.000,-/Rp.6.000.000,- =1/3 bagian. Jadi payback period investasi ini adalah 3 tahun3 bulan
Adapun Kelebihan dari PP, sebagai berikut:
Ø  Mudah dipahami (metode yang paling sederhana)
Ø  Selaras dengan ketidakpastian arus kas di masa mendatang (makin kecil arus kas yang diperoleh maka semakin lama kembali modalnya)
Ø  Menggunakan arus kas (bukan laba pembukuan).

Kelemahan dari PP, sebagai berikut :
Ø  Mengabaikan nilai waktu uang
Ø  Mengabaikan proceeds setelah PP dicapai
Ø  Mengabaikan nilai sisa
Ø  Untuk mengatasi metode PP beberapa perusahaan memodifikasi dengan pendekatan DPP (Discounted Payback periode ) yaitu lamanya waktu yang diperlukan agar present value dari arus kas bersih proyek dapat menegembalikan investasi awal.
4.      Profitability Index (PI)
Metode ini menghitung perbandingan antara nilai arus kas bersih yang akan datang dengan nilai investasi yang sekarang. Profitability Index harus lebih besar dari 1 baru dikatakan layak. Semakin besar PI, investasi semakin layak[6].
Rumus:
Contoh:
Sebuah proyek investasi membuka kafe baru membutuhkan investasi awal Rp400.000.000 dan mampu menghasilkan arus kas bersih Rp500.00.000 per bulan, berapakah indeks profitabilitasnya ?

IP        = 
= 1,25[7]

Adapun Kelebihan dari metode PI, sebagai berikut :
Ø  Memperhitungkan nilai waktu dari pada uang (time value of money)
Ø  Menentukan terlebih dahulu tingkat bunga yang akan digunakan
Ø  Konsisten dengan tujuan perusahaan, yaitu memaksimalkan kekayaan pemegang saham.

kelemahan dari metode PI, sebagai berikut :
Ø  Dapat memberikan panduan dan pilihan yang salah pada proyek- proyek yang mutually exsclusive yang memiliki unsur ekonomis dan skala yang berbeda.[8]

5.      Accounting Rate Of Return (ARR)
Metode ARR ini mengukur profitabilitas suatu investasi dari segi akuntansi konvensional. Metode ini menggunakan dasar laba akuntansi. Caranya dengan mambagi EAT (Earning After Tax) dengan initial investment, baik total investment maupun average investment
Rumus :
Contoh :
Proyek butuh dana 280.000.000, umur 3 tahun, nilai sisa 40.000.000. Laba setelah pajak 3 tahun berturut-turut. Tahun ke-1  40.000.000, tahun ke-2  50.000.000 dan tahun ke-3  30.000.000
Jawab:
                (40.000.000+ 50.000.000 + 30.000.000 ) : 3
 ARR = ____________________________________   x 100%
                      ( 280.000.000 + 40.000.000 ) / 2                                 
           = 40.000.000/160.000.000
           = 0,25 = 25%

Adapun Kelebihan dari metode ARR, sebagai berikut :
Ø  mudah menghitungnya
Ø   informasi yang diperlukan biasanya tersedia
kelemahan dari metode ARR, sebagai berikut :
Ø  Mengabaikan nilai waktu uang
Ø  Hanya menitikberatkan masalah akuntansi, kurang memperhatikan aliran kas
Ø  pendekatan jangka pendek , angka rata-rata menyesatkan
Ø  Kurang memperhatikan lamanya jangka waktu investasi

BAB III
PENUTUP
A.    Kesimpulan
Investasi merupakan suatu tindakan melepas dana saat sekarang dengan harapan untuk dapat menghasilkan arus dana masa datang dengan jumlah yang lebih besar dari dana yang dilepaskan pada saat investasi awal (initial investment).
Beberapa  metode yang dapat dipergunakan untuk menganalisis kelayakan investasi diantaranya:
1.      Net Present Value (NPV)
2.      Internal Rate of Return (IRR)
3.      Payback Period (PP)
4.      Profitability Index (PI)
5.      Accounting Rate Of Return (ARR)













DAFTAR PUSTAKA

Frensidy, Budi, Matematika Keuangan, Jakarta: Salemba Empat, 2011 http://sunethz.blogspot.com/2011/06/kelebihan-dan-kelemahan-dari-masing.html